Kimi Antonelli: Pembalap Muda yang Siap Ukir Sejarah Bersama Mercedes di Formula 1

Kimi Antonelli, pembalap muda berbakat yang baru berusia 18 tahun, kini mengemban tanggung jawab besar sebagai pembalap utama Mercedes di Formula 1. Ia menggantikan posisi legenda tujuh kali juara dunia, Lewis Hamilton, yang telah memutuskan untuk bergabung dengan Ferrari.

Antonelli menegaskan bahwa dirinya bukan sekadar pengganti Hamilton, melainkan ingin menorehkan sejarahnya sendiri bersama Mercedes.

“Saya tidak menganggap diri saya sebagai sekadar pengganti. Lewis telah mencetak banyak sejarah di olahraga ini, dan saya ingin melakukan hal yang sama dengan cara saya sendiri,” ujar Antonelli, dikutip dari Formula 1, Rabu.

Promosi Antonelli ke kursi utama Mercedes menjadi kejutan besar, mengingat ia baru saja menorehkan prestasi gemilang dengan menjuarai Formula 4 selama dua musim berturut-turut serta meraih kemenangan di ajang Formula 2.

Dalam musim debutnya di Formula 1, Antonelli akan berduet dengan George Russell dengan misi membawa Mercedes kembali ke puncak kejayaan. Meski menyadari besarnya tekanan yang datang dari para penggemar, ia melihat kesempatan ini sebagai peluang emas.

“Menjadi bagian dari Mercedes adalah tanggung jawab besar, karena ini adalah tim papan atas. Namun, pada saat yang sama, saya melihatnya sebagai kesempatan luar biasa,” tambah Antonelli.

Antonelli dan Russell kini bersiap menghadapi uji coba pramusim di Bahrain International Circuit yang dijadwalkan pada 26-28 Februari, sebelum memulai musim balap perdana mereka di Grand Prix Australia pada 14-16 Maret.

Lando Norris Siap Tampil Lebih Kuat di Musim 2025 Setelah Pembelajaran Dari Musim Lalu

Pembalap McLaren, Lando Norris, mengungkapkan bahwa musim lalu memberikan banyak pelajaran berharga meskipun gagal bersaing di akhir perebutan gelar juara dunia Formula 1 dengan Max Verstappen dari Red Bull. Lando mengakui bahwa meskipun hasilnya tidak sesuai harapan, pengalaman tersebut memperkuat mentalitas dan pendekatannya dalam kompetisi.

“Musim lalu adalah tahun yang sangat penting bagi saya, bukan hanya soal hasilnya, tetapi lebih pada mentalitas dan pendekatan yang saya miliki. Seperti yang kalian ketahui, saya tidak selalu merasa percaya diri dengan prediksi saya, namun saya belajar banyak,” ungkap Norris kepada Formula 1, Jumat.

Pembalap asal Belgia ini baru saja menjalani uji coba mobil McLaren MCL39 di Sirkuit Silverstone pada Kamis (13/2). Mobil baru McLaren tersebut tetap mengusung desain khas dengan dominasi warna hitam dan oranye, yang semakin menambah semangat Lando untuk kembali bersaing di arena balap.

“Saya merasa lebih tenang, namun tetap dengan tekad yang kuat. Saya merasa dapat mengontrol segalanya dengan baik, tidak terlalu gugup atau terburu-buru. Saya sangat bersemangat untuk musim ini,” ujar Lando yang berusia 25 tahun.

Dengan banyak pengalaman berharga dari persaingan melawan Verstappen, Lando yakin bahwa ia siap bersaing ketat di musim 2025 dan akan terus menantang dominasi Verstappen di perebutan gelar. Sebagai langkah selanjutnya, ia akan bergabung dengan tim McLaren pada acara peluncuran Formula 1 2025 yang dijadwalkan pada 18 Februari.

Hamilton Kembali Uji Coba Ban Pirelli di Barcelona, Catat Waktu Impressive

Pembalap Ferrari, Lewis Hamilton, kembali ke Sirkuit Barcelona-Catalunya untuk melanjutkan sesi pengujian ban Pirelli, yang merupakan bagian dari rangkaian persiapan menjelang musim baru Formula 1. Dalam sesi kali ini, Hamilton menguji berbagai jenis kombinasi ban licin untuk menilai kestabilan dan kinerja mobil SF-24 yang telah dimodifikasi. Pengujian ini merupakan bagian dari persiapan Ferrari untuk menghadapi musim 2024, dengan fokus pada pengembangan mobil dan strategi ban.

Hamilton, yang baru saja bergabung dengan tim Ferrari, bekerja sama dengan rekan setimnya, Charles Leclerc, dalam sesi pengujian ini. Sementara itu, Lando Norris dari McLaren juga turut serta dalam uji coba ban tersebut, mengendarai mobil MCL60 yang dimodifikasi dari versi 2023. Uji coba ini berlangsung dengan total 322 lap, dengan Norris mencatatkan 159 lap dan catatan waktu terbaik 1 menit 15,21 detik. Hamilton, meskipun mengalami sedikit kesulitan, berhasil menyelesaikan 87 lap dengan catatan waktu terbaik 1 menit 15,93 detik, sementara Leclerc, yang melakukan 86 lap, mencatatkan waktu terbaik 1 menit 16,06 detik.

Uji coba ini sangat penting bagi tim-tim F1, terutama Ferrari dan McLaren, untuk memahami lebih dalam karakteristik ban yang akan digunakan di musim mendatang. Sesi uji coba ban ini masih akan berlanjut hingga Rabu waktu setempat. Pembalap McLaren, Oscar Piastri, dijadwalkan untuk bergabung dalam uji coba berikutnya, sementara Hamilton dan Leclerc akan melanjutkan pengujian mereka dengan berbagai skenario lainnya untuk meningkatkan performa tim Ferrari.

Sergio Perez Pertimbangkan Masa Depan: Kembali ke F1 atau Menikmati Kebebasan?

Sergio Perez, pembalap Formula 1 asal Meksiko yang telah menjalani karier selama 14 tahun, kini tengah berada di persimpangan besar dalam hidupnya. Setelah resmi meninggalkan tim Red Bull di akhir musim 2024, Perez mengungkapkan bahwa dirinya membutuhkan waktu untuk menentukan langkah selanjutnya. Di usianya yang hampir menginjak 35 tahun, ia berencana mengambil keputusan dalam enam bulan ke depan mengenai masa depannya di dunia balap.

“Saya akan kembali ke Formula 1 hanya jika itu memberikan kebahagiaan bagi saya. Itu yang menjadi pertimbangan utama saya,” kata Perez dalam wawancara terbarunya.

Keputusan Perez untuk beristirahat sementara dari F1 memberinya kesempatan merasakan kebebasan yang belum pernah ia alami sebelumnya. “Rasanya luar biasa, sulit dijelaskan, tetapi saya merasa seperti pribadi yang berbeda. Ini adalah sesuatu yang belum pernah saya alami sebelumnya, dan saya sangat bahagia,” tambahnya.

Musim 2024 menjadi tantangan besar bagi Perez, yang mengawali tahun dengan harapan tinggi untuk melanjutkan tren positif setelah finis kedua di klasemen pembalap pada musim sebelumnya. Namun, penurunan performa signifikan membuatnya hanya mengumpulkan sembilan poin dari delapan Grand Prix terakhir tanpa kemenangan. Situasi ini berujung pada keputusan Red Bull untuk menggantikannya dengan Liam Lawson mulai musim 2025.

Kendati demikian, Perez memilih untuk tidak terburu-buru. Ia lebih memprioritaskan menikmati kehidupannya saat ini sembari menunggu peluang baru yang menarik. “Jika ada proyek yang menarik dan sesuai dengan apa yang saya cari, saya pasti akan mempertimbangkannya,” tuturnya dengan optimis.

Bagi Perez, kebahagiaan pribadi adalah prioritas utama, baik itu di dalam maupun di luar lintasan balap. Dengan sikap positif, ia membuka lembaran baru untuk masa depan yang belum pasti, namun penuh dengan kemungkinan.

Siap Bersaing! Daftar Resmi Pembalap Formula 1 Musim 2025 Diumumkan

Formula 1 mengumumkan daftar resmi pembalap yang akan bersaing di musim 2025. Dengan berbagai perubahan tim dan penambahan pembalap baru, musim ini diprediksi akan menjadi salah satu yang paling menarik dalam sejarah F1. Penggemar balap mobil di seluruh dunia kini menantikan aksi para pembalap di sirkuit.

Salah satu perubahan paling mencolok adalah kepindahan Lewis Hamilton ke Scuderia Ferrari setelah lebih dari satu dekade bersama Mercedes. Hamilton, yang merupakan juara dunia enam kali, berkomitmen untuk membawa pengalaman dan keahliannya ke tim Italia. Ini menunjukkan bahwa transfer pemain dapat mempengaruhi dinamika tim dan kompetisi di F1 secara keseluruhan.

Berikut adalah daftar pembalap resmi untuk musim 2025:

  • Red Bull Racing
  • Max Verstappen – #1
  • Liam Lawson – #30
  • Ferrari
  • Charles Leclerc – #16
  • Lewis Hamilton – #44
  • Mercedes-AMG Petronas
  • George Russell – #63
  • Andrea Kimi Antonelli – #12
  • McLaren
  • Lando Norris – #4
  • Oscar Piastri – #81
  • BWT Alpine F1 Team
  • Pierre Gasly – #10
  • Jack Doohan – #14
  • MoneyGram Haas F1 Team
  • Esteban Ocon – #31
  • Oliver Bearman – #87
  • Aston Martin Aramco
  • Fernando Alonso – #14
  • Lance Stroll – #18
  • Visa Cash App Racing Bulls
  • Yuki Tsunoda – #22
  • Isack Hadjar – #6
  • Stake F1 Team Kick Sauber
  • Nico Hulkenberg – #27
  • Gabriel Bortoleto – #5
  • Williams Racing
  • Alexander Albon – #23
  • Carlos Sainz Jr. – #55

Daftar ini menunjukkan kombinasi antara veteran berpengalaman dan pembalap muda berbakat, menciptakan persaingan yang menarik di lintasan. Ini mencerminkan strategi tim dalam memadukan pengalaman dan potensi masa depan.

Musim ini juga menyaksikan munculnya beberapa rookie yang siap bersaing dengan pembalap berpengalaman. Pembalap seperti Andrea Kimi Antonelli dan Jack Doohan akan memulai debut mereka di F1, menambah elemen ketidakpastian dan kegembiraan bagi penggemar. Ini menunjukkan bahwa F1 terus menjadi ajang bagi talenta baru untuk bersinar.

Dengan semua pembalap siap bersaing, semua pihak kini diajak untuk menantikan musim balap Formula 1 yang penuh aksi dan drama. Keberhasilan setiap tim dalam mengoptimalkan kinerja pembalap mereka akan sangat menentukan hasil akhir kejuaraan. Musim ini menjanjikan persaingan yang sengit dan momen-momen tak terlupakan bagi para penggemar di seluruh dunia.

Kenangan Manis Carlos Sainz: Empat Tahun Bersama Ferrari Sebelum Hijrah ke Williams

Carlos Sainz, pembalap Formula 1 asal Spanyol, mengenang momen-momen terbaiknya selama empat tahun membela Ferrari sebelum memutuskan pindah ke Williams pada musim 2025. Dalam wawancaranya dengan laman resmi Formula 1, Minggu, ia menyoroti setiap kemenangan bersama Ferrari sebagai pengalaman yang penuh emosi, sementara debutnya bersama tim legendaris itu dianggap sebagai salah satu momen paling spesial dalam kariernya.

Sainz bergabung dengan Ferrari pada 2021, menggantikan Sebastian Vettel dan menjadi rekan setim Charles Leclerc. Dalam empat musim berikutnya, pembalap berusia 30 tahun itu mengukir prestasi yang mengesankan, termasuk 25 podium, enam pole position, dan empat kemenangan balapan.

“Sangat sulit memilih salah satu dari empat kemenangan sebagai yang paling istimewa karena semuanya memiliki makna tersendiri,” ungkap Sainz. Ia kemudian membagikan kisah di balik beberapa kemenangan terbesarnya.

Salah satu momen paling berkesan adalah kemenangannya di Grand Prix Inggris 2022 di Silverstone. Selain itu, kemenangan di Grand Prix Singapura 2023 juga menjadi sorotan, karena ia menjadi satu-satunya pembalap non-Red Bull yang memenangkan balapan pada musim tersebut.

“Kemenangan di Australia pada 2024 sangat emosional karena saya baru saja pulih dari operasi usus buntu dan tiba-tiba meraih kemenangan,” ujarnya. Sainz juga menyebut kemenangan terakhirnya di Meksiko sebagai momen istimewa karena dirayakan bersama ibu, keluarga, dan teman-temannya.

Kenangan lainnya adalah saat pertama kali mengendarai mobil Ferrari di sirkuit Fiorano. “Itu adalah momen yang tidak akan pernah saya lupakan,” katanya.

Meski penuh dengan kenangan manis, Sainz mengakui bahwa musim 2024 tidak berjalan mulus. Ia menyebut banyak tantangan terjadi di belakang layar, namun merasa bangga dengan bagaimana ia berhasil melewati semuanya.

“Ini adalah tahun yang sulit, tetapi saya merasa puas dengan cara saya menghadapinya dan bagaimana saya tetap fokus hingga akhir musim,” jelasnya. Sainz juga menutup tahun itu dengan semangat tinggi untuk membantu Ferrari bersaing di kejuaraan konstruktor.

Ferrari Percaya Diri Dengan Kecepatan Lewis Hamilton Menjelang F1 2025

Direktur Tim Ferrari, Fred Vasseur, menyatakan keyakinannya terhadap kemampuan dan kecepatan Lewis Hamilton menjelang musim Formula 1 (F1) 2025. Pernyataan ini muncul di tengah antisipasi tinggi terhadap performa Hamilton setelah bergabung dengan tim legendaris tersebut.

Vasseur menegaskan bahwa meskipun Hamilton menghadapi tantangan di musim sebelumnya dengan Mercedes, potensi dan pengalaman yang dimiliki juara dunia tujuh kali itu tidak dapat dipandang sebelah mata. “Kami percaya bahwa dengan dukungan yang tepat dan penyesuaian pada mobil, Lewis akan kembali menunjukkan kecepatan terbaiknya,” ujarnya. Keyakinan ini mencerminkan harapan Ferrari untuk meraih kesuksesan di musim mendatang.

Ferrari telah melakukan perubahan besar pada mobil mereka untuk musim 2025, termasuk desain aerodinamis dan mekanisme suspensi yang baru. Dengan lebih dari 99% komponen mobil yang diperbarui, tim berharap dapat memberikan Hamilton kendaraan yang sesuai dengan gaya mengemudinya. Vasseur percaya bahwa penyesuaian ini akan membantu Hamilton beradaptasi lebih cepat dan memaksimalkan potensi mobil.

Hamilton dikenal dengan teknik mengemudinya yang agresif dan kemampuannya dalam mengeksploitasi karakteristik mobil. Vasseur mencatat bahwa karakteristik baru dari mobil Ferrari dapat lebih cocok dengan gaya mengemudi Hamilton dibandingkan dengan Mercedes yang ia kendarai sebelumnya. “Kami berharap bisa menemukan keseimbangan yang tepat untuk memaksimalkan kecepatan Lewis,” tambahnya.

Dengan kedatangan Hamilton, persaingan di grid F1 2025 diprediksi akan semakin ketat. Banyak pengamat percaya bahwa kombinasi antara pengalaman Hamilton dan potensi mobil Ferrari dapat menciptakan momen-momen menarik di lintasan. Vasseur juga mengisyaratkan adanya persaingan sengit antara Hamilton dan rekan setimnya, Charles Leclerc, yang juga merupakan salah satu pembalap tercepat di sirkuit.

Dengan keyakinan Ferrari terhadap kecepatan Lewis Hamilton, tahun 2025 diharapkan menjadi tahun yang penuh harapan bagi tim asal Italia tersebut. Semua pihak kini menantikan bagaimana kombinasi antara pengalaman Hamilton dan inovasi teknis Ferrari akan berkontribusi pada kesuksesan tim di musim mendatang. Penggemar F1 di seluruh dunia pasti tidak sabar untuk menyaksikan aksi-aksi menarik dari salah satu pembalap terbaik dalam sejarah balap mobil ini.

Isack Hadjar Resmi Naik ke F1 Bersama Racing Bulls, Gantikan Liam Lawson!

Isack Hadjar, pembalap muda berbakat asal Prancis, akan naik dari Formula 2 ke Formula 1 bersama tim junior Red Bull, Racing Bulls, menggantikan Liam Lawson. Keputusan ini muncul setelah Red Bull mengumumkan perubahan besar dalam susunan pembalapnya dalam beberapa hari terakhir. Pada Rabu, tim tersebut mengumumkan kepergian Sergio Perez, diikuti dengan pengumuman Lawson sebagai pembalap utama Red Bull yang akan berpasangan dengan Max Verstappen pada musim F1 2025.

Hadjar, yang baru berusia 20 tahun, kini menjadi bagian dari program pengembangan pembalap muda Red Bull, mengikuti jejak para legenda seperti Max Verstappen, Sebastian Vettel, dan Daniel Ricciardo. Hadjar finis di posisi kedua dalam klasemen Formula 2 2024, hanya kalah tipis dari Gabriel Bortoleto yang juga dipromosikan ke F1 bersama Sauber.

Pada musim 2025, Hadjar akan bergabung dengan Yuki Tsunoda di Racing Bulls, setelah Red Bull memutuskan untuk tidak mempromosikan Tsunoda lebih lanjut. Menanggapi berita ini, Hadjar mengungkapkan kegembiraannya. “Ini adalah langkah besar bagi saya, keluarga saya, dan semua orang yang telah mendukung saya. Perjalanan saya dari gokart hingga F1 adalah mimpi yang akhirnya terwujud,” katanya.

Hadjar juga menyatakan antusiasmenya untuk belajar dari Tsunoda, yang memiliki pengalaman lebih banyak dan merupakan bagian dari program junior Red Bull. Ia menyebut Tsunoda sebagai contoh yang baik karena memiliki jalur yang mirip menuju F1.

Hadjar menjadi bagian dari grup rookie yang cukup besar di grid F1 2025. Selain dia, Andrea Kimi Antonelli (Mercedes), Oliver Bearman (Haas), Jack Doohan (Alpine), dan Bortoleto (Sauber) akan memulai musim F1 mereka. Meskipun Lawson sudah memiliki pengalaman di F1, ia akan memasuki musim penuh pertamanya bersama Red Bull.

Dengan bergabungnya banyak pembalap baru, beberapa pembalap terpaksa kehilangan tempatnya, termasuk Valtteri Bottas, Sergio Perez, Daniel Ricciardo, Kevin Magnussen, dan Zhou Guanyu yang tidak memiliki tempat di grid F1 2025.

Tim Ferrari Sangat Berambisi Rebut Gelar Konstruktor Pada F1 2025

Pada 14 Desember 2024, tim Ferrari mengungkapkan ambisi besar mereka untuk meraih gelar juara konstruktor pada ajang Formula 1 (F1) musim 2025. Setelah beberapa musim penuh tantangan dan persaingan ketat, tim asal Italia ini bertekad untuk kembali mendominasi olahraga motorsport paling bergengsi di dunia.

Ferrari mengakui bahwa untuk merealisasikan ambisi mereka, perbaikan pada aspek teknis dan inovasi mesin menjadi hal yang sangat penting. Tim teknis Ferrari tengah bekerja keras dalam mengembangkan mobil yang lebih kompetitif, dengan mengedepankan efisiensi aerodinamika, daya tahan mesin, dan sistem kendaraan yang lebih responsif di berbagai kondisi lintasan. Fokus utama mereka adalah menciptakan mobil yang tidak hanya cepat, tetapi juga konsisten di sepanjang musim.

Selain faktor teknis, tim Ferrari juga melakukan perombakan pada strategi tim dan manajerial untuk meningkatkan kinerja secara keseluruhan. Rekrutmen insinyur dan staf teknis baru diharapkan dapat membawa perspektif dan ide-ide segar dalam menghadapi kompetisi yang semakin ketat. Pengalaman dan kemampuan para pembalap juga akan diuji dalam menghadapi tekanan di setiap balapan.

Tim Ferrari tidak memandang enteng lawan-lawannya, terutama tim-tim kuat seperti Mercedes dan Red Bull yang telah mendominasi beberapa musim terakhir. Ferrari menyadari bahwa mereka harus bekerja lebih keras dan lebih cerdas untuk dapat bersaing dengan tim-tim tersebut, yang memiliki sumber daya yang luar biasa serta sejarah panjang kesuksesan di F1.

Keberhasilan Ferrari juga sangat bergantung pada performa pembalap utama mereka, Charles Leclerc dan Carlos Sainz. Keduanya memiliki kemampuan luar biasa untuk bersaing di level tertinggi, dan tim berharap mereka dapat memaksimalkan potensi mobil F1 2025 untuk membawa Ferrari meraih hasil terbaik. Leclerc, yang telah menunjukkan konsistensi dalam beberapa tahun terakhir, menjadi harapan besar tim untuk memimpin perjuangan meraih gelar.

Ferrari menggarisbawahi pentingnya konsistensi sepanjang musim 2025. Bukan hanya kemenangan di balapan-balapan besar, tetapi juga kemampuan untuk tetap bersaing di setiap tahap kejuaraan menjadi faktor kunci dalam merebut gelar konstruktor. Tim berharap dapat menghindari masalah teknis atau kecelakaan yang dapat merugikan mereka di tengah musim.

Tim Ferrari kini mengalihkan fokus mereka untuk menghadapi tantangan berat di musim 2025. Dengan dukungan penuh dari manajemen dan sponsor, serta motivasi untuk mengembalikan kejayaan Ferrari di F1, tim ini berharap dapat meraih gelar konstruktor yang telah lama mereka idamkan. Keberhasilan ini akan menjadi bukti bahwa tim Ferrari masih memiliki daya saing tinggi di dunia balap Formula 1.

McLaren Raih Gelar Konstruktor 2024 Berkat Performa Lando Norris

Pada 10 Desember 2024, Lando Norris mengungkapkan kebanggaannya setelah berhasil membantu tim McLaren merebut gelar Konstruktor Formula 1 2024. Keberhasilan McLaren dalam memenangkan gelar ini merupakan pencapaian luar biasa, mengakhiri dominasi tim besar seperti Mercedes dan Red Bull yang telah mendominasi kejuaraan dalam beberapa tahun terakhir. Norris, yang tampil konsisten sepanjang musim, menjadi kunci utama bagi McLaren dalam meraih kemenangan ini, dengan serangkaian hasil balapan yang memukau dan strategi yang cerdas.

Lando Norris, yang telah menjadi andalan McLaren selama beberapa tahun terakhir, menunjukkan kematangan dan keterampilan luar biasa di lintasan sepanjang musim 2024. Pembalap asal Inggris ini berhasil meraih beberapa podium dan bahkan memenangkan beberapa balapan penting yang memperkokoh posisi McLaren di puncak klasemen Konstruktor. Norris juga berhasil menjaga kestabilan tim dengan hasil yang konsisten, membantu McLaren unggul dari tim-tim besar lainnya. “Tahun ini sangat luar biasa, dan saya sangat bangga bisa membantu tim meraih gelar Konstruktor. Ini adalah hasil kerja keras semua orang di McLaren,” ujar Norris.

Musim 2024 menjadi tonggak sejarah bagi McLaren, yang tampil lebih kuat dan kompetitif berkat peningkatan signifikan pada mobil mereka. Setelah beberapa tahun berjuang dengan keterbatasan teknis, McLaren akhirnya mampu menghadirkan mobil yang mampu bersaing dengan tim-tim papan atas. Kolaborasi antara Norris dan rekan setimnya, Oscar Piastri, yang juga menunjukkan performa impresif sepanjang musim, memperkuat tim McLaren dalam meraih kemenangan tersebut. Tim McLaren kini dianggap sebagai salah satu kekuatan baru di dunia Formula 1.

Keberhasilan McLaren tidak hanya berkat kemampuan Lando Norris, tetapi juga hasil kerja keras tim teknis yang telah merancang mobil dengan lebih baik. Peningkatan pada aspek aerodinamika, mesin, dan pengaturan strategi balapan membuat McLaren mampu bersaing di level tertinggi. Norris juga mengapresiasi peran tim yang luar biasa dalam mencapai gelar ini. “Ini bukan hanya tentang satu orang, tapi tentang tim yang bekerja keras dari pagi hingga malam untuk membuat ini terjadi,” tambah Norris.

Dengan gelar Konstruktor 2024, McLaren berhasil membuktikan bahwa mereka telah bangkit dari masa-masa sulit dan kini kembali menjadi pesaing utama di Formula 1. Lando Norris, dengan segala dedikasi dan kerja kerasnya, menjadi simbol dari kebangkitan tim ini. Keberhasilan ini membuka babak baru bagi McLaren, yang kini siap untuk lebih bersaing dengan tim-tim besar di masa depan. Norris dan tim McLaren telah menunjukkan bahwa dengan tekad dan inovasi, mereka mampu mencapai puncak dunia balap Formula 1.