Kesatria Bengawan Solo Siap Taklukkan Kutukan Pelita Jaya di Sritex Arena

Kesatria Bengawan Solo (KBS) akan menghadapi tantangan besar saat menjamu Pelita Jaya Jakarta di lanjutan musim reguler Indonesian Basketball League (IBL) 2025 di Sritex Arena, Solo, Jawa Tengah, pada Sabtu malam.

Pertandingan ini menjadi peluang emas bagi KBS untuk menghapus rekor buruk melawan Pelita Jaya, tim yang hingga kini belum pernah mereka kalahkan sejak debut di IBL musim lalu.

Saat ini, Kesatria memimpin klasemen sementara dengan catatan impresif 4 kemenangan dari 5 laga (rekor 4-1), mengantongi sembilan poin. Di sisi lain, Pelita Jaya yang merupakan juara bertahan berada di posisi kesembilan dengan dua kemenangan tanpa kekalahan (rekor 2-0).

Meskipun unggul di klasemen, pelatih kepala Kesatria, Efri Meldi, mengingatkan timnya untuk tetap waspada. Menurutnya, Pelita Jaya adalah lawan tangguh yang memiliki mentalitas juara.

Musim lalu, Kesatria dua kali bertemu Pelita Jaya dan harus puas dengan kekalahan telak di kedua laga. Pertemuan pertama di Jakarta berakhir dengan skor 69-88, sementara di Solo mereka kalah 75-95.

Efri Meldi menjelaskan bahwa masalah utama dalam kekalahan tersebut bukanlah kualitas pemain atau taktik, melainkan mental bertanding yang belum cukup kuat saat menghadapi tim sekelas Pelita Jaya.

Pertandingan ini juga menjadi laga kandang kedua bagi KBS di musim reguler IBL 2025. Dukungan dari “Sang Kesatria,” julukan untuk para suporter setia Kesatria Bengawan Solo, diharapkan menjadi energi tambahan bagi tim tuan rumah untuk meraih kemenangan penting.

Comeback Gemilang! Anak Dewa Bangkit dan Bungkam Hangtuah Jakarta di Markasnya

Dewa United Banten (DUB) berhasil mencuri kemenangan dengan skor 81-70 saat bertandang ke markas Hangtuah Jakarta di GOR Ciracas, Jakarta, Jumat (24/1) malam, dalam laga pekan ketiga Indonesian Basketball League (IBL) 2025.

Pelatih DUB, Pablo Favarel, mengakui kemenangan timnya diraih dengan perjuangan ekstra keras. Anak Dewa sempat tertinggal di dua kuarter awal, membuat mereka harus berjuang keras untuk membalikkan keadaan.

“Kami bermain dengan penuh hati dan determinasi. Kemenangan ini terasa manis setelah kekalahan menyakitkan di laga sebelumnya,” ujar pelatih asal Argentina itu usai laga.

Dalam pertandingan tersebut, Kaleb Ramot Gemilang dan rekan-rekannya bekerja keras untuk mengejar ketertinggalan dua digit poin. Perubahan strategi setelah istirahat menjadi kunci keberhasilan mereka.

Shooting guard DUB, Rio Disi, menambahkan bahwa motivasi dari pelatih di ruang ganti menjadi faktor utama kebangkitan tim. “Coach Pablo memberi kami dua pilihan saat halftime: menerima kekalahan dan dihujat, atau bertarung habis-habisan untuk menang. Kami memilih bertarung, dan hasilnya sesuai harapan,” kata pemain berusia 32 tahun itu.

Hangtuah Jakarta sebenarnya mengawali laga dengan performa impresif. Pada kuarter pertama, mereka unggul 24-21 berkat daya serang tinggi yang membuat DUB kesulitan. Di kuarter kedua, Hangtuah tetap dominan dan mempertahankan keunggulan 47-38.

Namun, perubahan taktik dari Pablo Favarel usai jeda istirahat berhasil membalikkan situasi. Dengan gaya bermain yang lebih agresif, Anak Dewa mendominasi kuarter ketiga dan keempat, memastikan kemenangan dramatis atas tuan rumah.